Bapa hari ini, ya hari ini kenapa kau begitu dinginnya, kenapa kau tak katakan satu kata pun kepadaku, tentang keadaanmu, tenteng kesedihanmu, menyakitkan buatku. . Aku tau kau kesusahan dari adikku, Bapak bertapa mulianya kau, bertapa berwibawanya kau, Bapak bisakah kau jadi temanku, teman untuk berbagi dengan ku agar aku tak menangis lagi melihat kau begini :'(((((
Ayo Dengarkan Laila ! !
Selasa, 20 September 2011
Hari ini
Dimulai dengan mimpi yang aneh yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Hari ini tepatnya ba'da ashar kejadian itu berawal ya tepatnya semua kejadian itu. . .
Keluargaku seburuk itukah aku dihadapanmu, seburuk itukah rupaku sehingga kalian enggan berada di dekatku. Keluargaku apa yang harus aku lakukan semunafikkah aku? seegoiskah aku??????
Entah apa yang mesti aku ungkapkan dan aku rasakan setelah melihat semuanya terjadi, tulisan-tulisan kecil itu membuatku sedih. Keluargaku apakah aku seburuk itu. Sungguh aku tidak pernah menganggap kalian sebagai musuh, aku tidak pernah menangis hanya karena ingin dikasihani, aku tidak pernah membenci, aku tidak pernah ingin dijauhi. Hari ini aku katakan AKU SAYANG KAU KELUARGAKU. . . .
Tak perlu ku katakan satu persatu apa yang aku lakukan kepadamu cukup Allah dan kalian yang melihatnya di akhirat kelak. . . .
Keluargaku, jujur tak pernah aku ingkar tak pernah melanggar, mungkin aku terlalu sayang aku tak mau diam diri melihat kalian seperti itu, AKU SAYANG KALIAN
Untuk hari ini aku tak bisa seperti kalian yang bisa mencurahkannya kepada siapapun. . . Cukuplah aku saja, cukuplah. . . .
Ya Allah hari ini, sungguh aku malu denganmu, menangiskah aku, tersedihlah kau, tersenyumlah aku. . .:'(
Keluargaku seburuk itukah aku dihadapanmu, seburuk itukah rupaku sehingga kalian enggan berada di dekatku. Keluargaku apa yang harus aku lakukan semunafikkah aku? seegoiskah aku??????
Entah apa yang mesti aku ungkapkan dan aku rasakan setelah melihat semuanya terjadi, tulisan-tulisan kecil itu membuatku sedih. Keluargaku apakah aku seburuk itu. Sungguh aku tidak pernah menganggap kalian sebagai musuh, aku tidak pernah menangis hanya karena ingin dikasihani, aku tidak pernah membenci, aku tidak pernah ingin dijauhi. Hari ini aku katakan AKU SAYANG KAU KELUARGAKU. . . .
Tak perlu ku katakan satu persatu apa yang aku lakukan kepadamu cukup Allah dan kalian yang melihatnya di akhirat kelak. . . .
Keluargaku, jujur tak pernah aku ingkar tak pernah melanggar, mungkin aku terlalu sayang aku tak mau diam diri melihat kalian seperti itu, AKU SAYANG KALIAN
Untuk hari ini aku tak bisa seperti kalian yang bisa mencurahkannya kepada siapapun. . . Cukuplah aku saja, cukuplah. . . .
Ya Allah hari ini, sungguh aku malu denganmu, menangiskah aku, tersedihlah kau, tersenyumlah aku. . .:'(
Rabu, 14 September 2011
13 September 2011
Ikhwan, entah apa yang aku pikirakna. Mungkin banyaknya dosa dalam kaki yang ada di langkahku, begitu banyak aku tak kuasa untuk menghitungnya. Tapi, jika kau yang melakukannya, sungguh aku tak menyangka aku kagum dengan kau yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an aku kagum :'), tapi kenapa kemarin,? kenapa aku harus melihat kejadian yang membuat hati tak mau lagi membuat bibir tuk tersenyum dan tubuhku terasa dihempaskan oleh bumi yang tak selamanya hidup. Ikhwan apakah aku harus membencimu atau berhenti mengagumimu. Entahlah, aku tak seharusnya begini padamu. Aku bukan siapa-siapa, mungkin kaupun tak mengenaliku. Karena ku tak mau kau mengenaliku, biarlah kau hanya pemanis di dunia yang fana ini, biarlah. Tak pantas aku tuk bertemu denganmu pula. Aku harap aku tak melihatmu lagi seperti itu, karena aku takut membencimu. . . . . :'(
Ikhwan, entah apa yang aku pikirakna. Mungkin banyaknya dosa dalam kaki yang ada di langkahku, begitu banyak aku tak kuasa untuk menghitungnya. Tapi, jika kau yang melakukannya, sungguh aku tak menyangka aku kagum dengan kau yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an aku kagum :'), tapi kenapa kemarin,? kenapa aku harus melihat kejadian yang membuat hati tak mau lagi membuat bibir tuk tersenyum dan tubuhku terasa dihempaskan oleh bumi yang tak selamanya hidup. Ikhwan apakah aku harus membencimu atau berhenti mengagumimu. Entahlah, aku tak seharusnya begini padamu. Aku bukan siapa-siapa, mungkin kaupun tak mengenaliku. Karena ku tak mau kau mengenaliku, biarlah kau hanya pemanis di dunia yang fana ini, biarlah. Tak pantas aku tuk bertemu denganmu pula. Aku harap aku tak melihatmu lagi seperti itu, karena aku takut membencimu. . . . . :'(
Langganan:
Komentar (Atom)